December 2, 2010

Hujan di Bulan Desember

Yang saya rasakan hanya pusing, pusing sekali. Kepala rasanya sangat berat. Saya ingin memejamkan mata dengan nyaman tanpa gangguan. Please, untuk sementara ini saja, saya sudah tidak kuat.

Tapi di kantor ada saja halangan. Mulai dari minum kopi (pait bangeet), bolak-balik bawa berkas, nyetel musik keras-keras, sampai wudhu. Alhasil, rasa pening yang harusnya ditidurkan terus kepotong. Padahal pusing itu pasti terus nempel (ga akan kelupaan pusing). Terus sampai waktunya sore pusing makin mengendap yang sudah tidak bisa ditahan lagi.

Pulang kerja dikejar hujan gede sekali. Astaga..! Tidak tanggung-tanggung banjir setinggi setengah lutut orang dewasa, kita (saya dan eber) belah menggunakan motor matik. Padahal hujan baru se-jam tapi sudah separah ini keadaan jalan. Memang karena faktor sampah dan sistem drainase yang kurang dirawat.

Ditengah hujan lebat yang bercampur angin keras, saya sedang dibonceng atasan. Tanpa jas hujan dan tanpa helm. Saya sangat *bucis bin jibrug (dibaca; basah kuyup). Hal itu menambah daftar panjang penyebab parahnya pusing saya.

Malam kemarin saya begadang. Malam itu adalah malam blogwalkin'. Tidak terasa jarum jam pendek sudah bercokol di angka dua, dan itu sangat berisiko bagi saya. Hahaha, saya kan karyawan! Saya menghabiskan rasa penasaran saya untuk melihat-lihat blog yang baru-baru ini sungguh amat sangat saya sukai. Blog yang sangat menginspirasi, terutama tulisannya. Banyak hal yang bisa saya dapat dan pelajari. Seperti bagaimana cara menulis dengan menggunakan majas-majas 'aneh'.

Saya seperti masuk kedalam apa yang sedang dibaca. Saya seolah berada disana, menyaksikan apa yang sedang dideskripsikan. Terbayang apa dan bagaimana situasi saat itu. Sampai akhirnya saya sadar bahwa saya hanya sedang membaca sebuah diary orang lain, bukan saya. Thankyou, saya sudah kenyang dengan hidangan yang disajikan tuan rumah. Sangat menyenangkan berkunjung ke blog anda.

- Ditulis pada dua lembar kertas sesaat setelah pulang. Malam yang dingin melanjutkan hujan tadi sore yang sangat lebat. Good nite.

December 1, 2010

Senang Berkenalan dengan Anda

Tuhan telah mentakdirkan saya dan dia saling kenal. Diawali dengan hal kecil yang saya rasa tidak se wow wow wooooow sekarang. Kini dia jadi orang yang sangat berpengaruh bagi saya. Mungkin dia tidak menyadari itu. Annelis Brilian.

November 30, 2010

life. cruel. hard work.

Cukup sudah saya menyalahi peraturan Tuhan yang mengharuskan semuanya terjadi. Hidup ini memang berat. Semua mengalami hal seperti ini, termasuk orang-orang pintar dan sukses yang selalu saya idolakan. Dunia ini tidak semuanya sinar matahari dan pelangi.

Ini adalah tempat yang sangat kejam dan jahat yang akan mengalahkan Anda dan menjadikan Anda berada di sana, dalam keadaan sebagai pecundang secara permanen.

Kau, aku, atau tidak ada orang yang akan memukulmu sekeras kehidupan. Ini bukan seberapa keras Anda memukul, melainkan tentang seberapa keras Anda bisa menerima pukulan, dan terus bergerak maju. Itulah sang pemenang.

Dunia memang kejam. Dunia seolah kontra dengan apa yang saya inginkan. Saya harus mengikuti jalan yang sepertinya memang untuk saya. Mungkin idealisme saya yang selama ini mengacaukan?

Saya sungguh tidak bijak, saya egois. Maafkan saya.

November 28, 2010

#1 Rumah Siput

Setelah lulus SMA, saya makin rajin menulis blog. Saya menjadi betah tinngal di "rumah siput" saya. Kegiatan sehari-hari saya cukup dengan sekedar tinggal di rumah, menulis dan melakukan pekerjaan-pekerjaan kecil yang biasa saya kerjakan di dalam rumah.

Kehidupan saya menjadi berubah. Saya jadi tidak bersosial dengan orang sekitar. Saya rasa internet dapat menghubungkan saya dengan orang luar jauh lebih menarik dan lebih berwawasan daripada berhubungan dengan orang-orang sekitar yang terlihat sangat disable. "Enggak banget deh", berhubungan dengan mereka. Dengan jelas mereka memperlihatkan lagak sok hebat, padahal itu hanya luarnya saja. Mereka itu nothing.


Jelas saya mengidap agoraphobia dan socialphobia. Setelah saya membaca majalah yang membahas tentang sikap orang yang sangat menutup diri dari lingkungannya akibat merasa takut bahaya ataupun takut terbawa pengaruh buruk mereka.

Jika diibaratkan saya sedang mengikuti sebuah audisi tentang bagaimana cara bersosial yang baik dengan orang-orang sekitar, maka pastilah saya yang pertama tidak lolos. Juri akan memberikan saya kritik yang amat pedas dan menyakitkan. Saya sekarang adalah orang yang jauh dari perhatian tetangga, karena saya juga yang tidak perhatian pada mereka.

Lingkungan awal saya seperti biasa. Disini begitu konserpatif. Saya orang sunda dan keluarga sangat memegang teguh adat dan tradisi sunda yang luhur. Mungkin karena terinfluence internet dan obsesi saya yang begitu tinggi terhadap dunia moderen, lantas membuat saya cenderung labil.


Internet dan kebiasaan baru saya memang menghasilkan dampak yang bagus, namun disisi lain hal itu membuat saya kikuk. Saya menjadi "kutu komputer". Untuk jangka waktu seminggu sekali, saya coba menyempatkan diri untuk berexplorasi pergi menemui sahabat-sahabat terbaik saya. Tidak jarang hal itu menjadi sebuah inspirasi untuk saya menulis dan memahami tentang arti hidup.

Mungkin kamu sudah tahu, pada hari-hari biasa (senin-jum'at) saya bekerja disebuah kantor yang saya pikir kerja disana sangat tidak memuaskan. Maka kebencian itu juga bisa jadi dasar saya menulis. "Semua hal yang terjadi dalam kehidupan ini adalah inspirasi"

Selama saya nyaman dengan situasi sekarang, saya yakin akan terus berlatih demi mimpi saya. Saya mengorbankan sebagian komponen hidup saya terbengkalai. Mau tidak mau saya harus melakukannya, meski sangat berat dan merugikan.

Saat saya terpuruk, tindakan pertama yang saya lakukan adalah menuangkan isi pikiran saya pada beberapa lembar kertas ataupun komputer saya. Saya menjadi addict pada menulis. Memang sebelum itu saya biasa berdoa dan merenungi apa yang telah terjadi. Tapi kemudian saya pikir kegalauan yang saya dapat bisa menjadi inspirasi. Saya memanfaatkannya. Saya membiarkan emosi saya memproduksi ide untuk saya transformasikan pada beberapa lembar kertas. Maka setelah itupun kesedihan saya menjadi hilang.

Setiap hari jika ada hal menarik atau aneh atau juga belum pernah terjadi sebelumnya, saya merekamnya dalam otak, lalu ketika pulang atau beberapa saat setelahnya saya tulis hal itu. Ini sebuah respon dari otak saya yang memerintah untuk saya selalu semangat agar menjadi penulis hebat.

Pengaruh media massa sangat penting bagi saya. Baik itu televisi, radio, koran, majalah, juga internet sangat saya sukai. Setiap hari saya selalu membiasakan diri untuk peka terhadap media. Tergantung mood saya. Jika saya sudah merasa bosan dengan kesibukan dan merasa lelah, biasanya saya mendengarkan radio. Dengan suasana sepi, hanya saya sendiri, itu membuat lagu dalam radio menjadi sangat masuk dalam pencitraan.

Silih berganti media masa saya konsumsi. Semua ada plus-minusnya, justru itulah yang membuatnya menarik untuk dinikmati. Finaly... bagaimana dengan hal percintaan saya? Bila saya tetap bertahan, apa yang akan terjadi? Sejauh ini saya tidak tahu dan belum ada niat untuk menjalani hubungan istimewa. Tapi kalau ada, silahkan saja, saya akan welcome ;-)

November 25, 2010

Surprise In My Bored Time



Hari selasa tanggal 23 Nopember jam 11.56 pagi, suddenly.. ada seseorang yang nelpon gue. Pertama langsung nyapa pake sapaan ramah.. "hai aep?". Trus ngomong, "gue dari prambors bandung". Hah, prambors? Kok bisa tau nomer handphone gue. Sambil terus ngobrol *kepikiran*, kayanya tau deh suara ini. Gue bingung, antara produser pasha atau amy (penyiar prambors) yang mana ya?

Prambors : *Slamat ya aep, playlist lo masuk*
Me : *????*
Prambors : *Lo pernah daftar kan, di yourdailyplaylist prambors?*
Me : *Ooo ya inget*
Prambors : *Playlist lo akan diputer di prambors tanggal 3 desember jam lima sore di acaranya adit*

Waah hampir ga percaya. Serius nih? Ga ngimpi gue nih? Astagfirulloh haladzimm, Alhamdulillah, hehehe...

Prambors : *Playlist elo kan yang belle who, sister, black eyed peas trus yang lainnya. Harusnya sih semuanya ada spuluh, tapi ga apa-apa deh lagu lo ada delapan.

Nah sekarang lo harus ngomong, hai nama gue aep, nama playlist gue no control, trus ceritain sedikit kenapa lo kasih nama playlist lo no control, trus apa alesan lo suka sama lagu-lagu di playlist lo itu?*

Karena gugup, gue salah mulu. Akhirnya harus dibantu kata per-kata didikte, haha. Parah parah. Katanya suara gue yang tadi direkam, trus dikasih efek-efek gitu lah yang biasa di radio prambors. Wah bener-bener nih, gue excited banget pengen cepet-cepet denger suara jelek gue diputer pake efek, gkgkgk.

Sedikit ada gangguan teknis, hape gue low batte. Obrolan terhenti beberapa detik, tapi dia nelpon lagi. Coz takut nyangka direject, gue bilang hapenya low batte.

Prambors : *Ada nomer lain gak?*
Me : *Ada, tunggu*

Gue kasih nomer kantor

- Telpon nyambung lagi -

Nerusin dikte kata-kata gue yang lagi direkam, sampe ahirnya gue berhasil.

Over all, tinggal tunggu aja nanti tanggal tiga desember jam lima sore. Thanx prambors bandung udah bikin gue kaget.