August 31, 2012

Diary

Ada baiknya kita menghidupkan kembali kebiasaan membuat Diary, yang hanya untuk konsumsi & introspeksi pribadi. Sehingga dalam membuat status kita bisa membedakan mana ruang untuk pribadi dan ruang untuk publik.

Beng Rahadian via http://www.facebook.com/beng.rahadian

August 30, 2012

Sekarang

Di otak ini sedang penuh dengan isi yang tak semuanya berisi kepentinganku dan keinginanku. Tapi aku harus memboyongnya kemana-mana untuk aku konsumsi, termasuk kesedihan dan kesendirian yang selalu setia kapan saja membuyarkan harapan baikku. Dalam otak ini ada sosok seorang perempuan yang setiap hari selalu aku mintai kabarnya, dan sebaliknya. Sosoknya menguras enerjiku. Perhatianku tertuju padanya. Selain itu juga ada rasa cemas yang selalu hadir dikala aku bangun pagi dan disetiap waktu saat aku mengingat hal itu - pekerjaan yang saat ini ku jalani belum menuju pada kesibukan. Aku sedang dalam tahap orientasi dalam setiap hal di tempat itu. Pasti suatu saat hal itu akan menyibukanku, sampai perhatianku terpecah kemana-mana tanpa perasaan yang nyaman. Sama seperti kejadian waktu dulu yang pernah aku alami.





Apa yang orang lain katakan terhadap hubungan kita terkadang membuatku selalu terdiam sejenak. Aku selalu menyangkal pernyataan mereka seketika.

Sebenarnya aku pun tidak begitu tahu apa yang dia pikir tentangku. Aku hanya mengalami komunikasi satu arah yang bisa saja suatu saat mengorbankan perasaanku sendiri. Aku menyukainya.

Terima kasih atas ketulusanmu yang selalu setia menemaniku dalam perasaan hancur akan sunyinya waktu. Terima kasih atas waktu yang telah kau berikan untukku, untuk memahami perasaan ini tentangmu.

Ini rahasia. Cuma kita yang tahu dan merasakan.

August 27, 2012

Qwerty vs Asdfgh

Hari pertama kerja: Nice :)

August 23, 2012

Re-post: Finally Back Home!


Finally home! What an awesome week we spent in Japan. We made new friends, went to new places, seen new things, and learned a lot from our trip. The culture itself thought us so many things, how they treated us as professionals, even though we’re just a small part from one of the biggest festivals on earth, the one and only Summer Sonic, it’s safe to say that they treated us equally as the big names in the full lineup. Their working ethics are just superb. Everyone did a great job. And as for the listeners, the music enthusiasts, new fans, or whatever you call it, they have paid great respect to us as a musical act. It’s pretty much clear that in every show we performed, they even never heard about us before, but people was enjoying it while holding their drinks, some of them head banged, rocking out, some of them tried hard to follow the lyrics from what they heard on the previous chorus, and even better during our performance in Summer Sonic we saw dudes doing two-steps and rocked the shit out of their asses *not literally speaking*, it was a great experience to be appreciated like that. That was quite an experience.

It’s sad that here back home such experience is quite rare. People from another genre enthusiasts or fans from another bands rarely appreciate bands like the way the did back in Japan, i guess that’s just one of the things we should look up to. We will never stop making music and meeting new friends, and we won’t forget any of you who has touched our hearts and made all this possible. Japan, see you next Spring!


Dorks Never Say Die!
On behalf of Pee Wee Gaskins,
Dochi Sadega.

Gak Ada Mantan Teman

Sedikit flashback, tadi malam gue sempet ketemu sebentar sama temen lama gue waktu masih sekolah SMP. Namanya Teguh. Dia itu waktu dulu anaknya jail banget, gokil, ngasal, cipeuw, kadang tempramen tapi baik juga kalo diajak baik. Gue kaget waktu lihat dia berubah drastis banget. Emang sih dulu dia itu lebih tinggi dan bodinya emang gede, tapi sekarang dia itu jadi gendut, tapi gendutnya yang sexy gitu - so called ideal (agak) tapi emang kayak gendut banget, apalagi kalo dari kejauhan. Kemarin pas gue ngelihat dia pertama kali gue kira itu om-om, soalnya pake jaket kulit terus kepalanya botak plontos. :3

Gue kaget ngelihat teman yang dulu pernah bareng sama-sama, dan sekarang pas ketemu udah pada gede dan udah banyak banget perbedaan yang timbul diantara kita. Entah itu dari segi penampilan, gaya bicara, knowledge dia, selera musik atau mungkin yang lain-lainnya, sekarang kita udah beda banget. Ekspresi gue kalo ketemu mereka kadang minder atau kangen yang meledak-ledak dengan gaya salting gue *limited edition*.

Terutama untuk beberapa orang penting yang dulu pernah hidup bareng sama gue. Mereka sekarang gak jelas kabarnya. Bahkan ada beberapa dari sahabat gue itu yang gak gue tau sama sekali tentang keberadaannya. Kangen parah. Tapi gue cukup mikir juga, ada beberapa dari mereka yang sengaja ngelakuin itu - menutup diri mereka dan menjauh dari gue (seakan mengisolasi diri) supaya gue gak bisa lagi ngakses kehidupan mereka. Kebanyakan mereka adalah temen waktu SMP. Untungnya mereka itu baik-baik. Gue takutnya setelah banyak perbedaan itu, yang ada mereka malah jadi sombong.

Dulu dia bilang bakal jadi teman gue walaupun udah gak sesekolah lagi atau udah gede dan berkeluarga, tapi nyatanya sekarang dia ngilang. Gue bukan berburuk sangka, tapi beneran. Ekspektasi gue selanjutnya adalah pengen ngebuat mereka bisa kenal gue lagi. Dulu itu kita satu, liar dan bernilai. Sejarah awal kita bisa bikin sebuah band sama-sama atau ngebentuk geng belajar di sekolah. Inget, Gak Ada Mantan Teman! Semoga kalian semua baca ini: ARGA, DICKY, MULYA, ADITYA, NANDANG, USEP, ANDINI, RISA, RIA, dkk...